Tim Indonesia Siap Bagi Pengalaman untuk Mengubah Hidup

     Banyak pengalaman didapatkan tim nasional Indonesia selepas menjalani kompetisi Homeless World Cup 2013 di Danau Malta, Poznan, Polandia. Pengalaman untuk mereka bagi.

     Indonesia memang gagal sampai ke final atau kemudian jadi juara. Mereka terhenti di babak perempatfinal setelah kalah 3-12 dari Chile. Selanjutnya, 'Merah-Putih' dikalahkan Portugal dalam laga perebutan posisi lima sampai delapan. Terakhir, Indonesia kalah dari Rumania lewat adu penalti dalam laga perebutan posisi ketujuh.

     Secara prestasi di lapangan, pencapaian skuat "Merah Putih" mengalami penurunan. Setelah menjadi semifinalis dan menempati posisi keempat di tahun lalu, kali ini mereka finis di posisi delapan. Langkah mereka dihentikan juara bertahan Chile di babak perempatfinal.

     Rumah Cemara selaku National Organizer untuk keikutsertaan Indonesia di turnamen street soccer international tersebut, menjelaskan bahwa persiapan tim sudah dilakukan dengan maksimal, baik teknis maupun nonteknis.

Selasa, 20 Agustus 2013 sekitar pukul 5 petang, tim Indonesia tiba di tanah air. Ada berbagai cerita keluar dari mulut mereka dan akhirnya mereka tuturkan.

     "Banyak hal yang bisa kita peroleh dan kita bagikan dengan seluruh peserta. Tim Indonesia banyak mendapatkan apresiasi karena sikapnya dalam pertandingan dan sesudah pertandingan. Mereka terkesan dan mengapresiasi kami karena menang atau kalah bukan masalah, tapi bagaimana kami menyikapi pertandingan," kata pelatih tim Bonsu Hasibuan dalam Temu Media Tim Nasional Homeless World Cup 2013 di Sekretariat Rumah Cemara, Bandung, Jawa Barat, Rabu (21/8).

    Salah seorang pemain, I Wayan Arya Renawa mengaku dirinya bangga bisa mendapatkan kesempatan membawa sekaligus membela nama Indonesia dalam kompetisi internasional tersebut. 

    "Apalagi saya bisa ikut membuat gol bagi Indonesia saat melawan Polandia. Gol itu yang akhirnya meloloskan Indonesia ke tahap selanjutnya meskipun dalam pertandingan kalah, tapi Indonesia tetap dapat angka karena kalah penalti," ungkap Faizin.

     Sementara itu, Aditya Taslim, perwakilan Rumah Cemara sebagai national organizer Homeless World Cup di Indonesia mengatakan, pihaknya bercita-cita Indonesia suatu hari nanti bisa menjadi tuan rumah Homeless World Cup. Namun, tantangan untuk menggelar kompetisi itu masih cukup besar di Indonesia.

     Selepas temu media, seluruh tim dibubarkan oleh Rumah Cemara. Para pemain itu diharapkan memulai sebuah perubahan dalam kehidupan mereka berdasarkan pengalaman mereka dalam Homeless World Cup 2013. 
Tim Indonesia Siap Bagi Pengalaman untuk Mengubah Hidup Reviewed by MRizki on 3:23 PM Rating: 5
All Rights Reserved by Blog Info Olahraga © 2014 - 2015
Powered By Blogger, Share by Star Tuan

Contact

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.